SERUAN DARI MIMBAR AL AZHAR KEPADA DUNIA
SERUAN DARI
MIMBAR AL AZHAR KEPADA DUNIA
Asy Syaikh Al ‘Allamah
Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim
Mantan Rektor
Al Azhar dan Anggota Dewan Ulama Senior Al Azhar
Segala puji bagi
Allah dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertaqwa, dan tidak ada
permusuhan kecuali terhadap orang-orang yang zalim, kami memuji engkau ya Allah dan bersyukur kepadaMu, dan memohon
pertolongan kepadamu, meminta petunjuk kepadamu, dan kami bersaksi kepada engkau ya Allah
Tuhan kami, dan bersaksi kepada malaikat, dan penjaga arsy mu, dan semua
makhluk makhluk Mu, sesungguhnya engkaulah Tuhan yang tiada Tuhan selain Engkau,
Engkau yang maha esa dan tiada yang bisa berserikat kepadamu, dan Muhammad
Shallallahu Alaihi Wasallam adalah hamba-Mu dan utusan Mu, engkau mengutusnya
dengan petunjuk dan dengan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, menyampaikan risalahnya dengan sebaik-baiknya
penyampaian dan melaksanakan amanah Tuhannya dengan sempurna.
Wahai umat Islam
semuanya, di dalam Islam terdapat cara dalam
menyikapi musibah dan masa-masa genting, bencana, dan malapetaka. Dan teladan kita
dalam menyikapi hal tersebut adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,
menjelaskan kepada kita bahwa sesungguhnya aman dari segala fitnah, dan selamat
dari segala masa sulit, adalah dengan berpegang kepada Al-Qur an dan sunnah
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, “Aku
tinggalkan kepada kalian apabila kalian
memegangnya maka kalian tidak akan tersesat selamanya, itu adalah kitab Allah dan Sunnahku.”
Meskipun beliau
adalah seorang Nabi, dan seorang Rasul, dan seorang yang selamat dari
dosa, tapi beliau tetap mengambil sebab
(berikhtiar) untuk mengatasi setiap bencana, beliau mengambil sebab bahkan
diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk memberikan saran, dan
meminta saran, dan memerintahkan mereka untuk bermusyawarah di antara mereka.
Sebagaimana Hubab Al Mundzir yang memberikan saran ketika perang Badar, itu
semua menunjukkan kepada kita bahwa mengambil sebab untuk mengatasi masa-masa genting
adalah sesuatu yang diperintahkan. Oleh karena itu Al Qur'an mengatakan: “dan janganlah kalian jatuhkan diri kalian ke
dalam kebinasaan dengan tangan tangan kalian sendiri.”
“janganlah kalian bunuh diri kalian”
“bersiap siagalah kalian”
Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “janganlah
kalian memudaratkan diri kalian sendiri dan membuat mudharat untuk orang lain”.
Dia memerintahkan untuk berobat maka berobatlah wahai hamba Allah, sesungguhnya
Allah tidak menciptakan penyakit kecuali Allah ciptakan juga obatnya. Bahkan
Islam telah lebih dulu dalam mengambil sebab, yang ada pada ilmu modern dan
yang ada pada ilmu kedokteran modern, dalam persoalan karantina, ketika
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan: “apabila kalian mendengar
terjadi suatu wabah atau tha’un di suatu wilayah maka janganlah kalian masuk ke
dalamnya, dan apabila terjadi di suatu wilayah yang kalian ada didalamnya maka
janganlah kalian keluar darinya.” sebagaimana Umar Bin Khattab ketika beliau berhenti
dan tahu bahwasanya sedang terjadi
penyakit tha'un di Syam, maka dia menahan diri dari masuk ke dalamnya. Maka Abu
Ubaidah berkata kepadanya: Wahai Amirul Mukminin, Apakah engkau mau lari dari
takdir Allah? Apakah engkau mau lari
dari ketetapan Allah wahai Amirul Mukminin?.
Umar Bin Khattab berkata kepadanya:
Andaikan yang berkata seperti ini adalah orang lain selain Engkau wahai
Abu Ubaidah, ya kita lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain. Atas
dasar inilah Islam memerintahkan kita untuk mengambil sebab (berikhtiar),
waspada, dan hati-hati, dan menjaga diri dan ruh. Tetapi perkara iman kepada Allah, dan memohon pertolongan kepada Allah, dan memohon
bantuan Allah adalah perkara yang sangat penting yang harus dilakukan oleh
orang-orang yang beriman.
Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam telah menjelaskan,
beliau bersabda: “Sesungguhnya
Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kepadaku dan ummat dua jaminan keamanan
dari azab, azab apa? azab berupa kehancuran, bagaimana umat terdahulu di azab
dengan azab berupa kehancuan, bumi dihancurkan dan manusia ditenggelamkan ke
dalamnya sebagaimana yang terjadi pada Qorun, dihujani mereka dengan bebatuan
sebagaimana yang terjadi pada kaum Nabi Luth, dikirim kepada mereka angin keras,
banjir, dan goncangan bumi, dan lainnya dari berbagai macam bentuk azab. Dan
ada satu umat yang selamat dari azab kehancuran diturunkan, dia adalah umat ini,
karena keutamaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, maka beliau mengatakan:
“sesungguhnya Allah memberikan padaku dan umat ini dua jaminan keamanan dari azab.
Beliau membacakan ayat Allah Subhanahu Wa Ta'ala: “Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka
Selama engkau Muhammad masih berada di tengah mereka dan tidak pula Allah akan
menghukum mereka sedang mereka masih memohon ampunan.”
Maka beliau
bersabda: “Apabila masa ku telah
berlalu, aku tinggalkan bagi kalian istighfar.” Yaitu apabila dia telah kembali
kepada Allah, maka jaminan keamanan yang pertama adalah masih hidupnya ia di
hati mereka, “maka apabila massa ku telah berlalu” maksudnya adalah telah kembali
kepada Allah “aku tinggalkan bagi kalian istighfar”, karena dengan ini lah kalian memohon dengan
Rabb kalian Agar Rabb kalian mengampuni kalian, dan menerima kalian, dan
meridhoi kalian, dan mengangkat musibah-musibah. Maka apabila di suatu masa sudah
tersebar kemaksiatan, maka langit akan berkata kepada Rabbnya: Wahai Tuhan ku izinkan
aku untuk menimpa anak cucu Adam, sungguh mereka telah memakan pemberian Mu dan
tidak bersyukur kepada Mu, bumi pun berkata: Wahai Tuhan ku izinkan aku untuk
menelan anak cucu Adam, sungguh mereka telah memakan pemberian Mu dan tidak
bersyukur kepada Mu, laut pun berkata: Wahai Tuhanku izinkan aku untuk
menenggelamkan anak cucu Adam, sungguh mereka
telah memakan pemberian Mu dan tidak bersyukur kepada Mu, gunung-gunung pun
berkata: wahai Tuhan ku izinkan aku untuk menghimpit anak-anak cucu Adam,
sungguh mereka telah memakan pemberian Mu dan tidak bersyukur kepada Mu. Maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala pun berkata
kepada makhluk-makhluknya tersebut:
biarkan mereka, biarkan mereka,
kalau kalian yang menciptakan mereka maka kalian akan mengasihi mereka, sesungguhnya
mereka adalah hamba-hamba ku, barangsiapa yang bertaubat kepadaku maka
sesungguhnya aku adalah kekasih mereka, dan barangsiapa yang tidak bertobat
kepadaku maka akulah pengobat mereka. Dia menjelaskan dan mewanti-wanti umatnya
dari perbuatan maksiat, dan menjelaskan bahwasanya apabila maksiat telah tampak dan tersebar, maka tersebar pulalah murkanya, dan kita berlindung
kepada Allah dari nya.
Di dalam hadits: “lima
perkara yang apabila mendapatkan cobaan dengannya, aku berlindung kepada Allah
semoga kalian tidak mengalaminya, ia menyebutkan diantara yang lima ini adalah
tidaklah menyebar kemaksiatan pada suatu kaum, dan mereka melakukannya secara
secara terang-terangan, kecuali akan tersebar pula di tengah mereka penyakit
dan kelaparan yang belum pernah terjadi terhadap pendahulu mereka.
Wahai
saudara-saudara sekalian orang-orang beriman dimanapun kalian berada, wahai
sekalian manusia di bumi manapun kalian berada, dari mimbar Al Azhar yang
mulia, dari bumi kinanah (mesir) kami
kirimkan seruan ini ke seluruh penjuru dunia, kepada seluruh umat manusia
semuanya, dengan segala perbedaan mazhab mereka, dan keyakinan mereka, agama-agama
mereka, sesungguhnya ketika wabah
menimpa umat manusia, dan para dokter dan ilmu pengetahuan modern tidak
mampu menghilangkannya, maka itu
merupakan peringatan yang menunjukkan kepada manusia bukti yang tak
terbantahkan, bukti yang pasti bahwa sesungguhnya bagi alam semesta ini ada
tuhan yang telah menciptakan dan menyempurnakan- ciptaannya, yang telah
menetapkan dan memberikan petunjuk, yang maha kuasa atas segala sesuatu.
Seruan yang kedua, kepada umat kita umat islam yang ada di
seluruh dunia, bertaubatlah kepada Allah, perbaikilah hubungan dengan Allah,
serahkan diri kalian kepada Allah, karena dia adalah dzat yang maha benar, dan
hadapkanlah wajah kalian kepada Allah, karena dialah sebaik-baik penolong. Tidak
ada bencana yang menimpa kecuali karena dosa, dan tidak ada bencana yang diangkat
kecuali dengan bertaubat.
Seruan yang ketiga,
yang kami kirimkan dari Al Azhar yang mulia, dari bumi kinanah kepada seluruh
dunia, hendaklah kalian saling bantu membantu wahai orang-orang kaya dengan
orang-orang fakir dan dengan orang-orang yang sakit, wahai setiap keluarga,
wahai setiap individu, wahai setiap negara- negara yang kaya, bantulah
saudara-saudara kalian yang ada di negara-negara yang fakir, dalam permasalahan
wabah ini, dan dalam persoalan
penanganannya.
Seruan yang
keempat yang terakhir, yang kami tujukan kepada para petugas medis, kepada para perawat dan dokter, ikhlaskanlah
amal kalian, dan yakinlah bahwa pekerjaan kalian dalam merawat dan mengobati
orang orang yang sakit, merupakan ibadah yang sangat mulia, dan pendekatan diri
kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Cukup
bagi kalian bahwa Rabb yang maha mulia berfirman di dalam hadits qudsi: “hamba ku, aku sakit tapi kalian tidak menjengukku. Hamba
itu pun terkejut dan berkata: ya Rabb bagaimana aku menjengukmu sedangkan
engkau adalah Rabb semesta alam. Allah Ta'ala menjawab: “tidakkah engkau tahu
bahwa hamba Ku si fulan sedang sakit, dan tidakkah engkau tahu bahwa jika
engkau mengunjunginya maka engkau akan dapatkan aku berada di sisinya.”
Perhatikan, dia
akan mendapati Rabb yang mulia di sisi orang yang sakit, ketika ia hanya
sekedar menjenguknya, lantas bagaimana menurut mu bagi orang yang memberikan
perawatan? dan bagaimana menurut mu bagi
orang yang memberikan pelayanan? bagaimana menurutmu bagi orang yang
memberikan bantuan?
Ini adalah seruan
yang kami sampaikan dari mimbar ini, dengan penuh keikhlasan semata-mata hanya karena Allah Rabb semesta alam.
Kita berserah diri
kepada Allah yang Maha Kuat dan Maha yang kuasa, Yang Maha mengurus langit dan
bumi, semoga Allah mengangkat wabah ini dari kita, ya Allah angkatlah penyakit wabah ini dari
kami, ya Allah Kami memohon kepada
engkau, dan engkaulah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada bagi kami
Tuhan selain Engkau, tidak ada bagi kami
Tuhan yang patut disembah selain Engkau, kami meminta kepada engkau, Agar
engkau mengangkat bencana ini dari kami
yang kami ketahui, dan yg tidak kami ketahui, dan engkau lebih mengetahuinya
dari pada kami, sesungguhnya engkaulah Allah yang Maha mulia, sembuhkanlah penyakit -penyakit umat Islam, sembuhkanlah
kami wahai Rabbal'alamin, dan angkatlah
dari kami wabah, bencana dan fitnah, baik yang tampak ataupun yang tidak
tampak, dan jadikan negeri Ini aman dan tenang, dan dermawan, begitu juga
dengan semua negara-negara muslim, dan angkatlah kesulitan bagi orang-orang
yang sulit, dan angkatlah kesedihan bagi orang-orang yang sedih, sembuhkanlah
semua penyakit umat Islam.

Komentar
Posting Komentar