ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT SETELAH RAMADHAN
ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT SETELAH
RAMADHAN
Al ‘Allamah Al Mujaddid As Syaikh Prof. Dr.
Yusuf Al Qaradhawi
Seseorang yang melakukan shalat di bulan
Ramadan,
kemudian dia meninggalkan shalat setelah
Ramadan, tentu yang seperti ini tidak boleh, ini
menunjukkan bahwasanya puasanya nya tidak ikhlas dan sia-sia, karena shalat itu
adalah tiang agama, dan dia merupakan
kewajiban dari pada rukun
Islam yang dilakukan setiap hari, dan
merupakan ibadah yang menjadi syiar Islam, yang menjadikan manusia berada dalam perjanjian dengan Rabb-nya dalam satu hari 5 kali, dan dia juga merupakan pembeda antara mukmin dan kafir, apabila dia meninggalkannya inilah
perkara yang dulu dikatakan oleh para Salafus
Sholeh kepada sahabat-sahabatnya: seburuk-buruk
kaum adalah kaum yang tidak mengenal Allah kecuali pada bulan Ramadan, jadilah
orang yang Rabbaniy dan jangan menjadi orang yang orang yang ramadhaniy (orang yang hanya beribadah pada bulan Ramadan). Jadilah orang yang
Rabbaniy dan
jangan menjadi orang yang ramadhaniy.
Janganlah kamu menjadi seorang yang kamu hanya taat kepada Rabb-mu
pada musim- musim tertentu, kemudian kamu
putuskan hubunganmu dengan Tuhan-mu, hal
semacam ini ditolak sepenuhnya. Dan
sungguh apabila kamu putuskan, dan
bahkan sampai meninggalkan shalat, maka ini
tidak pantas bagi seorang muslim dan muslimah dalam kondisi apapun, dan kondisi yang semacam ini antara kafir atau
munafik, orang-orang musyrik, Allah menyifati mereka di dalam firmannya: apabila dikatakan kepada mereka rukuklah maka
mereka tidak mau rukuk.
Dan orang-orang munafik Allah menyifati mereka di dalam firmannya: apabila
mereka berdiri untuk shalat mereka melakukan dengan malas, mereka bermaksud riya
ingin dipuji di hadapan manusia, dan mereka tidak mengingat Allah kecuali hanya
sedikit sekali.
Yakni mereka yang (ramadhaniyyun tadi) bahkan tidak sampai pada
derajat orang-orang munafik, karena munafik dia mendirikan shalat akan tetapi mereka melakukan dengan malas, sedangkan mereka tidak
mendirikan shalat, tidak dengan
malas, dan
tidak dengan semangat. Dan orang-orang munafik mengingat Allah sedikit sekali,
sedangkan mereka tidak mengingat Allah, tidak sedikit dan tidak juga banyak, maka
mereka lebih buruk dari pada orang-orang munafik yang ada pada masa kenabian.

Komentar
Posting Komentar