BUKTI CINTA ALLAH KEPADA HAMBANYA


BUKTI CINTA ALLAH KEPADA HAMBANYA

Asy Syaikh Al ‘Allamah Asy Syahid Muhammad Said Ramadhan Al Buthi

              Ada seorang yang diberikan kemewahan yang mulai salah dalam beranggapan atas apa yang dikaruniai Allah kepadanya sebagai bukti kecintaan Allah kepadanya, menganggap bahwasanya Allah mencintainya. Kemudian ada yang mengatakan: aku menganggap itu tidak demikian, maksud cinta yang seperti ini bukanlah seperti yang aku pahami, cinta itu maknanya begini dan begini, dan  Allah yang maha mengadakan lebih mulia dari apa yang disangkakan oleh orang ini dengan pemahamannya yang salah, selamanya, sudah pasti. 

            Saya ketika saya merasakan pemberian yang seperti ini, saya menahan diri darinya, dan saya tidak membiarkan orang-orang beranggapan macam-macam dengan pemberian tersebut, hingga menjadikan saya menahan diri darinya dari berbagai bentuk. Ya, saya menjadikan kemuliaan yang diberikan Allah kepada saya bukti cinta Allah kepada saya, akan tetapi selama kemuliaan adalah bentuk kecintaan, dan rezeki adalah bentuk kecintaan, dan pemberian adalah bentuk kecintaan, apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang diriwayatkan oleh imam Al Hakim dan baihaqi di dalam kitab “Syu’abul iman” “sesungguhnya Allah memberikan harta kepada yang ia cintai dan hamba yang tidak ia cintai, akan tetapi Allah tidak memberikan iman kecuali kepada hamba yang ia cintai. 

            Jadi pemberian Allah itu boleh jadi karena kecintaan Allah, tapi tidak bisa dijadikan standar kecintaan Allah, seseorang yang Allah berikan kepadanya, apakah kamu bisa memastikan bahwa Allah cinta kepadanya?  Allah selamatkan seseorang dari berbagai malapetaka, apakah ini bukti kuat bahwa Allah mencintainya? barangkali Allah meng-istidraj-kannya.

            Tidak setiap karunia, kehormatan, rezeki dan keselamatan selalu dipahami sebagai bukti cinta Allah, cinta adalah sesuatu berbeda, akan tetapi apabila seorang yang beriman melihat dirinya sesuai dengan kehidupan orang yang beriman, dan jika dia melihat dirinya senang berada di dalam majelis ini,  dia menikmati ketika dia membaca alquran, dia menikmati ketika dia bangun pada sepertiga malam, maka dia bergembira bahwa sesungguhnya itu semua adalah bukti  cinta allah kepadanya, dalil bahwa allah mencintainya,  maka dia bergembira karena kecintaan Allah kepadanya,  lebih besar kegembiraanya dari kegembiaraannya dengan shalat yang dilaksanakannya dan  ibadah  yang dikerjakan nya. Ini sesuatu yang luar biasa, ya sebagaimana  yang telah saya ceritakan kepada kalian tentang seseorang seorang perempuan  yang ahli  ibadah  yang bekerja sebagai seorang pembantu di rumah seseorang, tuannya mendengar doanya ketika dia berdoa dalam sujud nya: , “Ya Allah sesungguhnya aku meminta atas cintamu kepada ku, berilah aku kehormatan dan kemudahan dan seterusnya dengan doa-doa yang ia minta.. sampai ia menyelesaikan donya. Tuannya yang memiliki  pemahaman yang dangkal dia menganggap bahwa perkataan ini adalah perkataan yang tidak memiliki adab, maka dia menunggunya sampai ia menyelesaikan shalatnya,  kemudian ia mengatakan kepadanya: perkataan apa yang kamu katakan ini? Dari mana kamu tahu bahwa Allah mencintai mu? Katakanlah: Ya Allah sesungguhnya aku meminta dengan segenap cintaku kepada mu.

            Kemudian ia menjawab: wahai tuan ku, kalau bukan karena cinta-NYA kepada ku, maka ia tidak akan membangunkan ku disaat seperti ini, dan kalau buka karena cinta-NYA kepada ku, maka aku tidak akan berada dihadapannya, kalau bukan karena cinta-NYA kepada ku, maka bagaimana aku bisa berdoa seperti ini. Lihat dia senang dengan cinta Allah Suhanahu Wata’ala kepadanya melebihi cintanya kepada sholatnya yang ia kerjakan. Dan anda ketika mampu beribadah diwaktu yang sulit seperti ini, dan anda bersimpuh dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala, apakah anda tidak merasakan semerbak cinta Allah kepada anda?. Alangkah bahagianya engkau dengan sujud mu lebih besar lagi kebahagiaanmu  karena kecintaan Allah kepadamu.
           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJJATUL ISLAM AL IMAM AL GHAZALI

TADABBUR SURAT AL FATIHAH

Nasehat para ulama di tengah badai Corona