ADAKAH IBADAH DI DALAM HARTA?



ADAKAH IBADAH DI DALAM HARTA?

Asy Syaikh Al ‘Allamah Prof. Dr. Ahmad Abdussalam Ar Roysuny

Ketua Persatuan Ulama Se-Dunia

            Begitu juga diantara ibadah yang dijelaskan Allah kepada kita, dan menjadikannya peluang bagi kita untuk mensucikan diri dan memperbaiki diri, dia adalah ibadah maliyah ( ibadah dari sisi harta), harta adalah segala sesuatu yang diupayakan oleh manusia, di dalamnya terdapat berbagai macam bentuk ibadah-ibadah, dan diantara ibadah yang dapat dilakukan di dalam harta adalah dengan mengupayakannya dengan upaya yang baik, maka jika manusia mengupayakannya dengan upaya yang baik dan menghindari upaya-upaya yang buruk yang tidak halal, maka ini di dalamnya terdapat ibadah.

            Sebagaimana sesungguhnya segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah maka apabila ditinggalkan maka dia bernilai ibadah, seperti yang dikatakan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam: dan pada kemaluan seorang di antara kalian terdapat sedekah. Yang dimaksud adalah kedatangannya kepada istrinya, seorang manusia apabila dia mendatangi istrinya, atau seorang perempuan apabila ia bertemu dengan suaminya di kasur, dan melakukan jima’ syar'i, maka ini adalah sedekah di antara mereka. Sahabat mengatakan:  wahai Rasulullah, apakah seorang diantara kami yang mendatangi syahwatnya, adakah padanya terdapat pahala?. Yang dimaksud,  apabila kita melampiaskan syahwat kita, dan nafsu kita, bahkan dalam hal ini pun terdapat pahala. Rasulullah Shalallahu wassalam bersabda: bagaimana pendapat kalian kalau itu dilampiaskan pada sesuatu yang diharamkan?, apakah padanya terdapat dosa?, mereka berkata: ya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: begitu juga apabila engkau melampiaskannya kepada yang halal, maka padanya terdapat pahala.

             Ini berlaku bagi setiap pekerjaan, perbuatan dan upaya. Oleh karena itu apabila seorang manusia mengupayakan harta yang haram maka baginya dosa, dan begitu juga apabila dia mengupayakan harta yang halal, maka baginya dalam upayanya terdapat pahala, sebelum segala sesuatu, dengan hanya sekedar mengupayakan sesuatu yang halal, dia tidak memiliki harta,  dan dia mencari nafkah untuk dirinya, dan setiap kita menginginkan, manusia menyukai kebaikan, dan tidak mencintai harta dengan cinta yang berlebihan, dan kita tidak melakukan kecuali apa yang kita benar-benar kita upayakan, dan kita berupaya dari diri kita, dan keinginan kita, dan kemampuan kita, dan seterusnya. Dan di samping itu apabila engkau mengupayakannya dari yang halal, dan berusaha mendapatkan sesuatu yang halal, maka bagimu pahala, atau ibadah, setiap sesuatu yang di dalamnya terdapat pahala, maka dia adalah ibadah.

            Dan begitu juga ibadah maliyah (ibadah yang bersifat harta/ dari segi harta), ada ibadah maliyah yang bermacam-macam. Allah Subhana wa ta’ala berfirman: berjihadlah dengan harta kalian dan raga kalian, ini adalah ibadah, jika dia beribadah dengan hartanya di jalan Allah, menginfakkan hartanya dijalan Allah, baik jihad melawan orang kafir dan orang-orang yang menyimpang, atau jihad dalam menolong penuntut ilmu atau menolong dakwah atau menolong dalam menyampaikan risalah Allah dan kalimatnya, dengan berbagai wasilah yang baru atau  yang berganti-ganti, inilah jihad dengan harta, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan kita untuk berjihad di jalannya, di jalan agamanya dengan raga kita dan harta kita. Jadi inilah diantara ibadah-ibadah maliyah, akan tetapi ibadah maliyah yang paling mulia yang diwajibkan Allah kepada orang yang diberikan Allah kelebihan dan keutamaan, dia adalah ibadah zakat karena dia merupakan rukun dari pada rukun rukun Islam, maka rukun-rukun Islam itu sendiri di dalamnya mencakup seluruh ibadah yang terkumpul di dalamnya, diantaranya adalah ibadah maliyah dan ibadah badaniyah dan ibadah qalbiyah dan ibadah di lisaniyah dengan berdzikir dan lainnya lain-lainnya.  Shalat juga merupakan ibadah badaniyah dan ibadah qalbiyah, terkadang juga membutuhkan harta, dan zakat pada dasarnya merupakan ibadah maliyah, dan zakat merupakan rukun dari pada rukun -rukun Islam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUJJATUL ISLAM AL IMAM AL GHAZALI

TADABBUR SURAT AL FATIHAH

Nasehat para ulama di tengah badai Corona